Rabu, 01 Mei 2013

Perjalanan Hidup Manusia 

 Dalam perjalanan hidup manusia, pasti mengalami beberapa fase yang tidak bisa dihindarinya, yaitu mulai dari fase pembentukan di alam rahim hingga dilahirkan, fase menjalani kehidupan di dunia hingga menjelang kematian, dan fase kehidupan sesudah mati di akhirat yang abadi.Menurut beberapa pendapat yang berkembang, perjalanan manusia setelah menjalani hidup di dunia ini memiliki  beberapa tahapan hingga pilihan terakhir, yakni kehidupan di Suga atau Neraka. Tahapan pertama yang dilalui setelah hidup memili beberapa nama, antara lain kiamat kecil, barzah dan maut. Munculnya beberapa nama ini menjadi sesuatu yang tidak terelakan, sebab proses kematian dan alam barzah dalam berbagai pendapat yang dikemukakan para ulama memberi gambaran bahwa kedua hal itu merupakan fase perantara menuju kehidupan abadi di akhirat kelak. Dengan kata lain,  proses kematian dan alam barzah merupakan bentuk kiamat kecil bagi manusia, sebelum datang kiamat besar atau kiamat yang sesungguhnya.

Dalam fase perantara ini, manusia sudah diberikan sedikit gambaran mengenai balasan Allah swt. terhadap semua perbuatan yang telah dilakukannya selama di dunia. Bagi merka yang selama hidup di dunia selalu berbakti dan mencari ridha Allah swt, maka dalam menjalani fase perantara ini sudah ditunjukkan kenikmatan yang dirasakan atau yang akan diterima nanti di akhirat. Namun sebaliknya, bagi mereka yang berbuat maksiat dan melanggar perintah Allah swt, maka ia mendapat kesulitan dan kesengsaraan pada fase perantara ini dan ditunjukkan tempatnya di neraka pada masa berikutnya.
Kiamat kecil merupakan bagian darifase perantara. Beberapa ulama mengatakan bahwa kiamat kecil itu berarti maut. Setiap orang yang mati menunjukkan bahwa telah terjadi kiamatnya atau telah datang ajalnya. Dalm Shohih Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra. dikatakan, bahwa ada beberapa orang badui datang kepada Rasulullah saw. bertanya tentang hari kiamat. Lalu Nabi saw. melihat orang yang terkecil di antara mereka dan bersabda, :Seandainya ia ini berumur panjang, ia tidak mendapatkan masa tuanya sampai kiamat kalian terjadi.
Ibnu Katsir berkata bahwa maksu hadits di atas adalah berakhirnya umur mereka dan saat mereka masuk ke alam akhirat. Maka perkataan, 'Siapa yang meninggal berarti kimatnya telah terjadi'. memiliki makna yang benar.
Lebih jauh, Ibnu Katsir mengisyaratkan bahwa pendapat ini sama dengan pendapat para filosf, bahkan orang Atheis pun mengatakan bahwa maut adalah kiamt, namun merka memaknai dengan keliru bahwa tidak ada kiamat lagi setelahnya. Padahal sudah jelas, bahwa maut itu hanya merupakan kiamat kecil, sedangkan kiamat besar adalah waktu berkumpulnya orang terdahulu dan belakangan (seluruh manusia) di satu tempat, dan hanya Allah saja yang mengetahui waktunya.
Dalam beberapa kamus dijelaskan bahwa dalam mendefinisikan mau selalu dikaitkan dengan lawannya, hidup, begitu pula sebaliknya. Misal, hidup adalah lawan mati dan mati adalah lawan hidup. Makna dasar maut adalah diam, dan setiap yang diam berati telah mati. Dalam pandangan orang Arab, mau dapat berarti sesuatu yang tak memiliki roh, sebab roh itu merupakan sumber adanya kehidupan.
Beberapa kalangan mencoba menanyakan dan mencari hubungan antara tidur dengan kematian, sebab pada saat seseorang tidur, ia tidak sadar dan tidak merasakan kehidupan layaknya orang mati. Para ulama menjelakan bahwa tidur itu berbeda dengan mati. Tidur itu bermakna terputusnya roh untuk sementara dengan hubungan-hubunga lahiriah. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan memegang jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa yang telah Dia tetapkan kematiannya itu dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan". (as-Zumar : 42)
Oleh karena mirip dengan mati, beberapa ulama menamakan tidur dengan wafat kecil. Tidur adalah wafat, sedangkan bangun tidur adalah kebangkitan. Firman Allah, "Dan Dialah yang mewafatkan kalian pada malam hari dan mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Ia membangunkan kalian padanya (siang itu)". (al-An'am:60).
Jadi, pada saat tidur, roh manusia itu digenggam. Bila Tuhan menghendaki roh manusia itu ditahan saat tidur, maka ia akan menahannya, dan bila Allah berkehendak agar roh itu tetap dalam jasad, maka akan dikembalikan ke jasadnya sampai batas yang telah ditentukan oleh-Nya.
Kiamat kecil juga disebut sebagai al-ma'ad al-awwal (tempat kembali pertma) atau barzah.  Ibnu Qayyim mengatakan bahwa maut itu kebangkitan dan tempat kembali pertama, dan Allah swt. telah membuat dua tempat kembali dan dua kebangkitan bagi anak cucu Adam, yang masing-masing merupakan tempat pembalasan atas segala perbuatannya selama di dunia. Dua kebangkitan adalah pada saat mati dan ditiupnya sangka-kala, sementara dua tempat kembali adalah barzah dan akhirat dimana mereka mendapat dua pilihan, yaitu surga dan neraaka.
Jadi, pada kebangkitan pertama yakni proses berpisahnya roh dari badan, ini pun Allah sudah memberikan balasan, seperti kesulitan, kesakitan dan berbagai peristiwa sedih lain yang dialami banyak orang yang melanggar perintah Allah. Begitu juga saat menjalani fase barzah, Allah pun menunjukkan balasan sesuai dengan amal perbuatan manusia di dunia.
Dalam bahasa Arab, barzah berarti penghalang antara dua benda, sedangkan menurut syari'at berarti tempat yang berada diantara maut dan kebangkitan terakhir, sebagaimana firman Allah, "Dan di hadapan mereka ada dinding (barzah) sampai merka dibangkitkan" (al-Mu'minun : 100). Lebih jauh Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa barzah adalah alam antara dunia dan akhirat, dimana para penghuninya berada di tep dunia (di belakangnya) dan akhirat (di depannya). Jadi, barzah merupakan fase penantian yang berada di antara mati (kiamat kecil) dan alam akhirat (kiamat besar).
Maut adalah kepastian yang menghampiri setiap makhluk hidup, sebagaimana firman-Nya, Segala sesuatu akan hancur kecuali wajah-Nya. baginya segla urusan dan kepada-Nya kalian dikembalikan." (al-Qashash: 88). Seandainya seseorang bisa terlepas dari maut ini, tentu makhluk pilihan, Nabi Muhammad saw. akan terlepas, tetapi Allah telah menyebut dalam firman-Nya, "Sesungguhnya engkau (pasti) akan mati, dan merka (juga) akan mati." (az-Zumar : 30)
Kehadirah maut memiliki waktu yang telah ditentukan Allah, dan tidak seorang pun dapat melampaui ajal yang ditetapkan. Allah telah menakdirkan ajal hamba-Nya sejak manusia masih dalam kandungan, termasuk rizki dan jodoh, sehingga ajal itu tidak terlambat dan tidak pula mendahului. Setiap manusia akan mati, terbunuh, tenggelam, jatuh dari pesawat, kecelakaan mobil, terbakar atau karena sebab lain sesuai dengan ajal yang telah ditentukan, sebagaimana firman-Nya, "Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang tertentu waktunya," (Ali Imroan : 145).
Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud berkata, "Ummu Habibah, istri Nabi saw. berdo'a, 'Ya Allah, buatlah aku merasa senang dengan memanjangkan umur suamiku, Rasulullah saw.. ayahku Abu Sufyan, dan saudaraku Mu'awiyah!' Lalu Nabi saw. bersabda, Engkau telah meminta kepada Allah tentang ajal yang telah ditetapkan, hari-hari yang telah ditentukan, dan rizki yang telah dibagi. Sesuatu tidak akan dipercepat sebelum ajalnya tiba dan Allah tidak menunda sedikit pun setelah ajalnya tiba. Seandainya kau memohon kepada Allah agar melindungimu dari azab neraka dan azab kubur, maka itu lebih baik dan lebih utama'."
Iman Bukhari dalam Shahihnya meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Kunci-kunci kegaiban ada lima. Tidak ada yang mengetahuinya selain Allah. Sesungguhnya Allah memiliki ilmu tentang hari kiamat. Dialah yang menurunkan  hujan dan mengetahui apa  yang ada dalam rahim. Tidaklah seorang pun tahu yang akan diperbuatnya besok, dan tak seorang pun tahu di bumi mana ia akan meninggal. Sesungguhny;a Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengawasi.".

Coretan Tanpa Titik

 

aku datang tanpa apa-apa
aku datang tanpa isi
bak selembar kertas
ada di hadapan
putih, bersih
polos tanpa coretan
diraihlah sebuah pena
satu titik mulai terlihat
sedikit demi sedikit
goresan menjadi
sebaris tulisan kata
tak lama menjadi kalimat
berubah menjadi prosa
akhirnya sebuah cerita
mulai bisa terbaca
ku rangkai berbagai ide
ku tulis segala kisah
tentang kecantikan, kehebatan,
dan kisah tentang kerajaan
tak ayal, ternyata hanya
sebuah reka cerita
gambaran skenario
membuat bangga akan kewibawaan
yang sebatas bayang-bayang
tanpa kenyataan
mimpi dalam khayal
tak sadar jika berwujud pasti
akan tampak menjemukan
buruk rupa, busuk dan bau
aku tertawa,
melihat manusia bahagia
sedangkan dia terpisah
dari tempat yang menyenangkan
maka tengoklah ke sana
sebuah buku tua tergeletak
terbuka selembar demi selembar
memberi kisah masa lalu
maka inilah kisahku
coretan tanpa titik

Kumpulan Kata-Kata Mutiara Imam Syafi’i

فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح
فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح

Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya. Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu. Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak ingin menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelezatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak ingin mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?
[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i - Beirut, page. 42]
ini adalah salah satu contoh diwan dari Imam syafi’i yang bermakna sangat dalam. banyak dari kita yang tidak mengetahui mutiara kata dari imam besar ini. Beliau lebih terkenal sebagai Imam Mazhab dan ahli fiqih, tapi sesungguhnya beliau juga adalah seorang sufi dan ahli tasawuf, akan tetapi tidak banyak yang menggambarkan sosok sufinya.
berikut adalah mutiara kata dari Imam Syafi’i, semoga kita bisa mendapatkan pencerahan dan hikmah dari kata-kata beliau.. Amien
A.) MENERIMA TAKDIR ALLAH.
l. Biarlah hari-hari itu berlalu kerjakan yang engkau sukai, apabila takdir sudah menentukan maka berlapang dadalah kau.
2. Janganlah engkau gelisah terhadap musibah-musibah malam hari karena tiada satu pun musibah itu yang kekal abadi.
3. Kuatkanlah dirimu menghadapi cobaan-cobaan hidup, surah hati dan setia hendaklah menjadi pekertimu.
4. Meski bagai buih lautan keaibanmu di kalangan orang lain namun rahasia pribadimu hendaklah selalu tersimpan.
5. Tutuplah rahasiamu dengan kemurahan hati karena konon semua keaiban dapat ditutup dengan kemurahan hati.
6. Jangan engkau tampakkan kelemahan pada lawanmu karena kuatnya mental lawan merupakan bahaya bagimu.
7. Jangan engkau harapkan kemurahan orang yang kikir sebab orang yang sedang kehausan tak akan mendapatkan air dalam api.
8. Sebuah keterlambatan tak akan mengurangi rizkimu dan rizkimu pun tak akan bertambah dengan kepayahan badanmu.
9. Tiada kesusahan yang kekal, tiada kegembiraan yang abadi,  tiada kefakiran yang lama , tiada kemakmuran yang lestari.
10. Apabila sikap hatimu selalu rela dengan apa yang ada maka tak ada perbedaan bagimu antara dirimu sendiri dan para hartawan.
11. Apabila ajal datang padamu maka tak sejengkal bumi dan tidak pula sebidang langit yang dapat melindungimu.
12. Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang angkasapun menjadi sempit.
13. Biarlah hari-hari itu tidak setia setiap saat sebab obat apa pun juga tak akan menangkal ajal.
B.) NILAI DOA.
l4. Apakah engkau meremehkan suatu doa kepada Allah, apakah engkau tahu yang dihasilkan oleh doa?.
15. Ibarat panah di malam hari, ia tidak akan meleset namun ia punya batas dan setiap batas ada saatnya selesai.
C.) PEDIHNYA UJIAN HIDUP.
16. Banyak orang berbicara tentang hal ihwal wanita, konon mencintai wanita adalah ujian hidup yang pedih.
17. Mencintai wanita bukanlah cobaan hidup yang pedih tetapi dekatnya orang yang tidak disukai itulah cobaan hidup yang pedih.
D.) SASTERAWAN.
18. Aku terlambat diantara orang-orang yang dungu yang tidak tahu hak-hak sastrawan sampai kepala ditukarnya dengan ekor.
19. Manusia dapat disatukan namun akalnya tetap berbeda baik dalam masalah sastra maupun dalam masalah hitungan.
20. Tak ubahnya emas Ibriz semuanya berwarna kuning namun tidak semua emas punya nilai yang sama.
21. Dan kayu-kayu cendana bila tidak semerbak baunya tak dapat dibedakan orang mana yang cendana dan mana yang kayu bakar.
E.) NASIB UNTUNG.
22. Singa yang buas mati kelaparan di hutan dan daging-daging domba dimakan anjing.
23. Hamba sahaya yang hina terkadang tidur di atas sutera sedang bangsawan mulia tidur di atas debu.
F.) GEJALA UBANAN DAN AMAL SALIH.
24. Padamlah semangat diriku karena rambutmu sudah beruban malam-malamku pun menjadi gelap meskipun bintang-bintang bercahaya.
25. Burung hantu yang mana bersarang di atas kepalaku yang memakasaku begitu waktu gagak hitamku terbang.
26. Engkau datang kepadaku saat umurku sudah menua karena tempat bernaungmu hanyalah rumah-rumah tua.
27. Apakah sejahtera hidupku setelah rambut cambangku diliputi uban-uban putih dan semir menghitam tidak berguna lagi.
28. Bila kulit orang sudah menguning dan rambut-rambutnya sudah memutih. Hari-hari yang indah kian keruh pula jadinya.
29. Tinggalkanlah olehmu perbuatan-perbuatan yang buruk karena manusia yang bertakwa tidak boleh mengerjakannya.
30. Tunaikanlah zakat kedudukanmu karena zakat ini tak ubahnya seperti zakat harta, apabila sudah cukup nisabnya.
3l. Berbuat baiklah kepada orang merdeka maka engkau dapat menguasainya karena sebaik-baiknya dagangan orang mulia adalah pekerjaannya.
32. Jangan berjalan di atas bumi dengan sombong dan congkak karenaa tiada lama lagi engkau masuk ke bumi juga.
33. Siapa yang ingin mencicipi dunia akulah rasa dunia itu pahit serta getirnya telah berkumpul dalam diriku.
34. Dunia yang kulihat adalah tipu daya dan kebatilan tak ubahnya sebuah fatamorgana yang tampak di tengah sahara.
35. Dunia hanyalah bangkai yang berbau yang dimakan anjing-anjing. Anjing-anjing itu hanya ingin menarik-narik dan merobeknya.
36. Apabila engkau menghindarinya maka dirimu akan selamat apabila engkau ikut menariknya berarti engkau berebutan dengan anjing.
37. Beruntungnlah orang-orang yang rumahnya terang menyala dan tertutup pintu-pintunya dan rapat pula kelambunya.
G.) MURAH HATI DAN BUDI BAIK.
38. Apabila orang hina mencaciku derajatku justru meningkat dan segala keaiban yang kuterima aku pula pangkal sebabnya.
39. Seandainya jiwaku tidak lebih mulia dari diriku niscaya aku sudah menguasainya dari orang hina yang melawannya.
40. Andaikan aku berusaha untuk kepentinganku pula engkau akan melihatku pelan-pelan terhadap yang kucari.
41. Namun aku berusaha untuk kepentingan kawanku sebab aib rasanya seorang kenyang perutnya sedang kawannya dalam kelaparan.
42. Orang yang bodoh pun memberitahui dengan segala cara yang buruk.
43 Ia semakin dungu sedang aku semakin bijaksana, ibarat kayu cendana semakin terbakar semakin harum baunya
45.Apabila engkaumelayaninyaEngkau telah menyenangkannyaApabila engkau membiarkanIa akan mati busuk

"Allah menganugerahkan HIKMAH kepada SIAPA yang DIKEHENDAKI-Nya. Dan barang siapa yang DIANUGERAHI HIKMAH, ia benar-benar telah DIANUGERAHI KARUNIA yang BANYAK." (QS Al-Baqarah : 269)


8 Hal yang meMATIkan HATI

Sahabat Hikmah…
Hati-hatilah dengan HATI kita…
Biarkan HATI kita HIDUP dan berCAHAYA…
Jangan sekali-kali memBUNUH hati kita secara perlahan…!
Bagaimana kita memBUNUH HATI kita secara perlahan ?
Menurut Ibrahim bin Adham, Kita akan  meMATIkan HATI kita dengan hal-hal berikut :
1 . Mengetahui HAK Allah sebagai TUHAN, tetapi tidak meNEGAKkan hak itu.(untuk diSEMBAH…
diCINTAi…diTAATi…diHARAP…dan diTAKUTi)
2. Mengakui Al-Quran sebagai WAHYU Allah, tetapi tidak meLAKSANAkan apa yang diperintahkan.
3. MenCINTAi Nabi tetapi mengABAIkan SUNNAHnya.
4. Takut MATI, tetapi tidak memperSIAPkan diri.
5. Mengetahui SYAITHAN adalah MUSUH tetapi semangat mengIKUTi kehendaknya
6. Takut NERAKA tetapi senang melakukan MAKSIAT.
7. Menginginkan SYURGA, tetapi malas berAMAL shaleh
8. KeKURANGan diri sendiri diLUPAkan, tetapi keKURANGan orang lain diINGAT-INGAT dan dibesar-besarkan.
Semoga kita bisa lebih BIJAKSANA…

 

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ
Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji),  serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman).  (Surah Ali `Imran: 110)

Mutiara Hadis-Hadis Qudsi - Pengajaran 14 Manusia Sangat Memerlukan Pertolongan Allah

 

Petikan ini adalah salah satu babyang dipetik dari terjemahan buku karangan Imam Al-Ghazali berjudul 'Mutiara Hadis-Hadis Qudsi - Renungan dan pengajaran yang menyentuh Qalbu'. Saya cuma menyalin semula sahaja.
Allah SWT berfirman:

Ertinya: "Wahai sekalian manusia, carilah (dekatilah) Aku sekadar hajat kamu kepada-Ku dan berbuat dosalah kamu sekadar kesabaran kamu tinggal di dalam neraka. Janganlah kamu memandang umur kamu yang masih panjang, rezeki kamu yang sekarang serta dosa-dosa kamu yang tertutupi. Tiaptiap sesuatu pasti binasa, melainkan wajah-Nya (Zat-Nya), Dialah yang berhak menghukum dan kepada-Nya-lah kamu semua dikembalikan."

Carilah Aku sekadar kamu memerlukan Aku

Allah SWT berfirman:

"Wahai sekalian manusia, carilah (dekatilah) Aku sekadar hajat kamu kepada-Ku."
Betapa cantik dan mendalam kata-kata Allah ini. Allah SWT berfirman: "Carilah (dekatilah) Aku sekadar hajat kamu kepada-Ku." Kita disuruh mencari atau mendekati Allah sekadar hajat dan keperluan kita kepada-Nya.
Seolah-olah nampak sedikit sahaja. Namun cuba bayangkan betapa banyak keperluan kita kepada Allah. Bererti kita perlu mencari atau mendekati Allah setiap saat dan sepanjang masa.

Lakukanlah maksiat sekadar ketahanan kamu diseksa

Allah SWT berfirman:

"Dan berbuat dosalah kamu sekadar kesabaran kamu tinggal di dalam neraka."
Allah SWT mencabar kita. Silakan derhaka atau berbuat maksiat kepada Allah, tetapi ingat, sekadar kesanggupan kamu menahankan seksa neraka. Cubalah bakar jari telunjuk anda dengan api lilin selama satu minit. Cuba bayangkan pula panasnya api neraka. Bagaimana kalau anda diseksa di neraka selama satu hari, satu minggu, satu bulan atau satu tahun? Kalau begitu fikirlah dahulu sebelum berbuat dosa.

Jangan melihat umur kamu yang masih panjang

Allah SWT berfirman:

"Janganlah kamu memandang umur kamu yang masih panjang, rezeki kamu yang sekarang serta dosa-dosa kamu yang tertutupi. "
Jangan melihat umur kamu yang masih panjang, maksudnya masih panjang menurut anggapan kamu. Ramai orang beranggapan bahawa umurnya masih panjang. Padahal orang muda yang masih sihat pun ramai yang mati secara tiba-tiba. Rezeki hendaklah sentiasa bergantung kepada Allah.
Begitu juga tentang dosa-dosa yang tertutupi. Memanglah Allah tidak mendedahkan dosa-dosa orang yang berbuat dosa. Maksudnya orang yang banyak dosa tidaklah dijadikan sakit-sakit, miskin, menderita dan sebagainya. Namun orang yang banyak dosa itu jangan merasa aman daripada seksa Allah, tetapi hendaklah dia segera bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah.

KUMPULAN HADITS DAN KATA MUTIARA SAHABAT NABI 

 

Dari Haritsa bin Wahab: Aku mendengar Rasulullah berkata, “Keluarkanlah sedekah sebab akan datang suatu masa dalam hidup manusia dimana ketika seseorang keluar dengan sedekahnya dari satu tempat ke tempat lain tetapi ia tidak menemukan seorang pun untuk menerimanya.”

Dari Abu Dzarr r.a. berkata, "Rasullulah SAW berkata kepadaku, "Janganlah sekali-kali engkau meremehkan suatu perbuatan baik walaupun hanya menyambut saudaramu dengan muka yang manis" (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW, Beliau bersabda,"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia selalu berkata baik atau hendaklah ia diam" (HR. Bukhari-Muslim)

Dari Hudzaifah r.a. berkata, Rasullulah SAW bersabda," Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk surga" (HR Bukhari Muslim)

Dari Ibnu Umar r.a. berkata, Nabi SAW bersabda, "Sejahat-jahatnya dusta adalah bila seseorang mengaku kedua matanya melihat apa yang tidak dilihatnya" (HR Bukhari-Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasannya Nabi SAW bersabda, "Jauhilah oleh semua sifat dengki/iri hati itu, karena sesungguhnya sifat dengki itu bisa menghabiskan amal-amal kebaikan sebagaimana apai menghabiskan kayu bakar " (HR Abu Dawud)

Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu: Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna
(Sayidina Abu Bakar)

Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.
(Sayidina Umar bin Khattab)

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
(Sayidina Umar bin Khattab)

Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.
(Sayidina Umar bin Khattab)

-Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya
-Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina
-Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya
-Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga

(Sayidina Umar bin Khattab)

Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Khalifah 'Ali)

-Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu'
-Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia -Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur'an tanpa mengambil pangajaran daripadanya
-Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara'
-Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi
-Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki
-Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan
-Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara', sedang orang yang tidak wara' itu bererti hatinya mati
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Dia berkata kepada para sahabat,"Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!"
(Sayidina Abu Bakar)

Kumpulan Hadits Rasulullah Saw | Kata Kata Hikmah Nabi Muhammad 

 

Hadits Rasulullah SAW tentang Bersyukur :
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya,
maka Alah akan memperhatikan kepentingannya.
Barangsiapa yang melapangkan suatu kesulitan sesama muslim,
maka Allah akan melapangkan satu kesulitan
dari beberapa kesulitan dihari kiamat.
Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain
maka Allah akan menutupi kejelekannya dihari kiamat.
(H.R Bukhari dan Muslim)

Hadits Rasulullah SAW tentang Bersedekah / memberi :
bersedekahlah kamu karena sedekah itu sebagai penebusmu dari api neraka.
(H.R Thabrani)

Hadits Rasulullah SAW tentang Kaya Jiwa :
Bukanlah yang dinamakan kaya karena banyak simpanan harta benda,
tetapi yang disebut kaya, adalah kaya diri (jiwa).
                                                    (H.R Bukhari dan Muslim)          

Hadits Rasulullah SAW tentang Dakwah :
Allah akan memberikan cahaya yang berkilauan pada seseorang yang telah
mendengar ajaranku, lalu disampaikannya kepada yang lain sebagaimana
yang didengarnya. Adakalanya orang yang disampaikan kepadanya
lebih mengerti daripada pendengar itu sendiri.
(H.R Ahmad)

Hadits Rasulullah SAW tentang Taubat :
Semua anak adam itu berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat
kesalahan itu ialah orang-orang yang mau bertaubat.
(H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu mencapai langit,
kemudian kalian bertaubat niscaya Allah memberi ampunan kepadamu.
(H.R. Ibnu majah)

Hadits Rasulullah SAW tentang kesabaran :
Sungguh seorang mukmin amat menakjubkan, segala urusannya amat baik
baginya dan hal itu tidak terdapat kecuali hanya pada orang mukmin saja.
Jika mendapat kesenangan, maka ia bersyukur, tentunya
hal itu amat baik bagi dirinya. Jika mendapat kemalangan,
maka ia bersabar, tentunya hal itu amat baik baginya.
(H.R. Muslim)

Hadits Rasulullah SAW tentang Ujian Hidup :
Dari Abu Said dan Abu Hurairah ra: nabi bersabda :
”Tidak seorang muslimpun yang tertimpa kesulitan,
sakit, kesusahan sampai pun hanya terkena duri,
melainkan hal itu akan menghapus dosa-dosanya.”

Hadits Rasulullah SAW tentang Intropeksi Diri :
Orang yang berakal adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya,
dan memperbanyak amalan untuk bekal mati
dan orang yang lemah adalah seorang yang mengikuti hawa nafsunya,
tetapi berkahayal pahala kepada Allah Ta’ala.
(H.R.Tirmidzi)

Hadits Rasulullah SAW tentang Kesehatan :
“Ada dua kenikmatan yang dilalaikan oleh kebanyakan  orang,
yaitu kesehatan dan waktu kosong.”
(H.R. Bukhari)

Hadits Rasulullah SAW tentang Mencintai Sesama Muslim :
Kata Anas ra : Nabi SAW bersabda :
“Tidaklah sempurna iman seseorang dari kalian, sapai ia mencintai saudaranya
sesama muslim, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Hadits Rasulullah SAW tentang Pemimpin :
ma’qil ibnu yasar berkata: “Rasulullah saw bersabda:
“Tiada seorang pun yang diminati oleh Allah untuk memimpin rakyatnya,
kemudian ia mati sebagai seorang koruptor,
maka pasti Allah akan mengharamkan baginya surga.”

Hadits Rasulullah SAW tentang Berkata Baik :
Ady Ibnu ra berkata: Rasulullah SAW bersabda :
”jagalah dirimu dari api neraka, walau hanya dengan
sedekah separuh biji kurma,
jika tidak bisa berbuat demikian,
maka berbuatlah baik walau hanya dengan kata-kata yang manis.”

Semoga setelah membaca dan merenungi nasihat Rasulullah SAW datas kita dapat mengintropeksi diri kita agar kembali kepada keridhaan Allah SWT semata.
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.(Q.S Al-‘Asr 1-3)
Semoga Bermanfaat kawan,,,!!!