Jumat, 30 Agustus 2013

Tips Anti Stress PDF Print E-mail
Written by Pastor   
Saturday, 23 February 2013 15:19

Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”
Bisakah kita benar-benar bersukacita di dalam segala keadaan?
Alkitab mengajarkan strategi berikut ini:
1. Janganlah Kuatir tentang Apa pun Juga —
Kekuatirkan tidak dapat mengubah apapun juga. Berjerih lelah dan bersusah hati tanpa melakukan apapun, itu kekuatiran. Tidak ada apa pun yang bisa dihasilkan dari kekuatiran.
Kekuatiran adalah sebuah respons dari hasil pembelajaran dan latihan. Kita belajar kuatir dari; orang tua; pasangan; sahabat; atau dari pengalaman hidup. Ada kabar baiknya. Karena kuatir adalah hasil dari pembelajaran maka kita bisa belajar untuk tidak mudah kuatir.
Bagaimana belajar untuk tidak menjadi kuatir? Tuhan Yesus berkata: “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34).
Maksud- Nya, “Janganlah membuka payung, kecuali hujan turun.” Jangan kuatir akan hari esok.
Nikmatilah hidup hari ini pada saat ini juga. Lakukanlah sesuatu yang bisa Anda kerjakan sekarang, serahkanlah hasilnya kepada Tuhan. Lakukanlah apa yang menjadi bagian tanggung jawab kita dan serahkan kepada Tuhan apa yang menjadi bagian dan tanggung jawab Tuhan yaitu: hasil dari pekerjaan kita!
2. Berdoalah untuk Segala Sesuatu —
Selanjutnya, sebagai ganti kuatir, gunakanlah waktu kita untuk berdoa kepada Tuhan. Apabila kita berdoa sebanyak apa yang kita kuatirkan, maka kekuatiran kita akan berkurang; damai sejahtera akan memenuhi hati dan pikiran kita.
Beberapa orang berpikir bahwa Tuhan hanya peduli akan urusan-urusan rohani saja, seperti berapa banyak orang yang telah saya undang datang ke gereja atau masalah-masalah pelayanan gereja.
Apakah Tuhan menaruh perhatian atas keuangan kita? Atas kesehatan kita? Atas masa depan study anak-anak kita? Jawabannya: Ya, Dia peduli atas setiap rincian hidup Anda; Itu berarti bahwa Anda bisa membawa semua masalah Anda kepada Tuhan lewat doa.
3. Ucapkanlah Syukur kepada Tuhan atas segala sesuatu —
Setiap kali kita berdoa, kita harus menyertakan ucapan syukur di dalam doa-doa kita.
Apabila kita melatih diri kita untuk mengucap syukur kepada Tuhan; maka hal ini akan dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita. Kita akan menjadi lebih kuat dalam menghadapi stress atau tekanan hidup dan tidak mudah terserang penyakit.
Mengucap syukur akan membuat hidup menjadi lebih berbahagia. Orang yang tidak tahu mengucap syukur adalah orang yang menderita dan tidak berbahagia hidupnya. Mereka tidak pernah merasa puas. Tidak pernah merasa cukup.
Apabila kita melatih kebiasaan mengucap syukur dalam segala hal, maka kita sedang mengurangi stress di dalam hidup kita.
4. Pikirkanlah Hal-Hal yang Benar —
Jika kita ingin mengurangi stress dalam hidup kita, kita harus mengubah cara kita berpikir karena cara kita berpikir akan menentukan perasaan kita. Dan perasaan kita akan menentukan tindakan kita.
Alkitab mengajarkan bahwa jika kita mau mengubah hidup kita, kita perlu mengubah apa yang selalu kita pikirkan. Kita sendiri harus memutuskan untuk memikirkan hanya hal-hal yang benar dan sedap didengar.
Sebab Akar penyebab stress adalah karena kita memilih cara berpikir yang salah; cara berpikir yang membesar-besarkan kekuatiran; cara berpikir yang negatif, yang mana semua itu bisa membuat kita menjadi stress. Kita perlu menaruh perhatian dan memikirkan janji firman Tuhan; mengingat kebaikan Tuhan atas hidup kita.
Apakah hasilnya bila kita tidak KUATIR; BERDOA untuk SEGALA SESUATU, MENGUCAP SYUKUR dan BERFOKUS kepada HAL-HAL yang BENAR?
Rasul Paulus memberitahu kita hasilnya adalah “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” ( Filipi 4:7)
Tuhan Yesus memberkati
Pemulihan Luka Batin: Tambahkan Iman Kami PDF Print E-mail
Written by Pastor   
Wednesday, 13 February 2013 14:32
Pemulihan Luka Batin: Tambahkan Iman Kami

Tuhan Yesus mengingatkan bahwa tidak ada orang yang tidak pernah disakiti hatinya, semua orang pernah sakit hati bahkan sampai terluka namun Dia menasehati kita agar jangan mengizinkan luka itu berakar “kepahitan” sehingga berbuah “kejahatan dan penyesatan.”
Harian Kompas menuliskan Kisah seorang laki-laki, dikenal dengan panggilan “Babe” ditangkap polisi setelah ia memperkosa 80 orang anak laki-laki beberapa di antara mereka dibunuh setelah diperkosanya. Mengapa Babe bisa menjadi begitu jahat dan kejam? Dia mengisahkan pengalaman hidupnya yang pahit. Saat ia masih remaja pernah mengalami perkosaan oleh seorang laki-laki bertubuh tinggi besar di daerah Lapangan Banteng Jakarta. Kepahitan hatinya telah membuahkan kejahatan dan penyesatan bagi orang lain yang tidak berdosa.
Banyak orang Kristen hidup dalam kekecewaan dan kemarahan, mereka hidup dalam kepahitan dan kegeraman
Mereka terluka di saat masih anak-anak diperlukan secara keras, tidak adil atau orang tua yang tidak peduli dan bercerai. Mereka terluka oleh guru, teman sekolah, atau terluka akibat kekerasan dalam rumah tangga dan kegagalan dalam pernikahan.
Akibatnya, mereka tidak bisa hidup dalam damai sejahtera; sulit hidup menerima dirinya sendiri dan orang lain; mudah sekali terluka dan melukai orang lain; memiliki kehidupan sexual yang menyimpang. Tuhan mau menyembuhkan kita, satu-satu jalan kesembuhan itu adalah dengan cara mengampuni.
Apakah berkat yang disediakan Tuhan bagi orang yang hidup penuh kasih mesra dan saling mengampuni?
Yesaya 30:26
“Terang Kemuliaan Tuhan akan terbit atas hidup kita pada waktu Tuhan membalut luka kita dan menyembuhkan bekas pukulan.”
Seorang gadis cantik berambut pirang jatuh cinta dengan seorang pemuda kulit hitam. Ia hamil di luar nikah. Pasangannya meminta dia untuk aborsi dengan alasan masih sekolah dan belum siap.orang tuanya pun memerintahkan dia untuk melakukan aborsi. Pikirannya sangat kacau dan hatinya sangat sedih saat itu. Ia sangat terluka dan menjadi takut.
Ia pergi mencari petunjuk Tuhan. Ia pergi ke gereja dan mendapatkan nasehat dari Gembala Sidang untuk mengampuni dirinya sendiri, mengampuni pasangannya dan orang tuanya. Pendeta itu menasehatkan agar jangan diaborsi kandungannya. Sekarang ia harus menghadapi resiko keluar dari rumah orang tuanya; menunggu kelahiran bayinya, membesarkan sendiri bayinya ini sambil sekolah dan bekerja.
Tahukan Anda siapa bayi yang dilahirkan gadis pirang ini? Israel Huogthon, seorang hamba Tuhan besar, penyembah yang membawa hadirat Tuhan. Ia adalah worship leader di Lakewood Church, Joel Osteen. Lagunya yang cukup terkenal adalah “I am a friend of God.” Israel Huoghton telah menjadi berkat besar bagi bangsa-bangsa oleh karena ibunya berani mengambil keputusan berani untuk mengampuni, memelihara dan membesarkan “benih ilahi” di dalam kandungannya itu.
Apa yang terjadi jika terang Tuhan itu terbit?
“Relasi Anda akan bertambah banyak sebab Anda mahir membangun hibungan. Relasi berkaitan erat dengan rejeki. Rejeki Anda pun akan berlimpah-limpah.” (Yesaya 60:1-5).
Orang yang sembuh dari luka batinnya maka sikapnya akan lebih manis, perkataannya yang lembut menyegarkan jiwa orang yang mendengarnya. Perkataannya tidak lagi seperti sebilah pisau yang memotong, atau sebuah garpu yang menusuk hati tetapi seperti sebuah sendok yang mengangkat, menyuap dan memberikan kekuatan bagi orang lain.
Kisah sebuah teko yang merupakan sampah pertama yang dibuang ke dalam sebuah sumur tua. Teko itulah penyumbat mata air dari sumur tua itu, namun setelah teko itu ditemukan dan diangkat keluar, barulah air dari sumur tua itu mengalir keluar. Teko itulah penyumbat air sumur itu.
Jika sampah pertama, luka pertama dapat ditemukan dan diangkat dari hidup Anda maka Anda akan menyaksikan kemuliaan Allah akan terbit atas hidup Anda. Saat kemuliaan Allah terbit atas hidup Anda maka Anda akan melihat Tuhan mengangkat dan memberkati hidup Anda; memakai Anda menjadi berkat bagi bangsa-bangsa untuk datang menyembah Tuhan Yesus Kristus.
Tambahkanlah iman kami:
Para Rasul memahami nampaknya tidak mungkin dan betapa sukar rasanya mengampuni orang yang sudah menyakiti, melukai, merugikan bahkan menghancurkan kita. Mereka memohon kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami.” (Lukas 17:5).
Para Rasul memahami ada kaitan antara iman dan mengampuni. Jika Anda tidak punya iman, Anda akan sulit mengampuni, namun jika Anda memiliki iman, maka Anda punya kesanggupan mengampuni, semakin besar iman Anda semakin besar kesanggupan Anda mengampuni.
Jenis Iman apakah yang dimaksud disini? Jenis Iman yang bekerja oleh Kasih (Galatia 5:6). Jenis iman inilah yang memberikan kita kesanggupan untuk mengasihi dan mengampuni. Jenis iman inilah yang membuat besar hati kita. Jenis iman inilah yang dimiliki oleh Tuhan Yesus. Jenis iman inilah yang membawa kita kepada kesempurnaan iman di dalam Kristus Yesus (Ibrani 12:1-2).
Cara menambahkan iman yang bekerja oleh kasih:
1. Taatilah Perintah Firman Tuhan (Lukas 17:6)
Anda akan memiliki kesanggupan mengampuni jika Anda mau belajar mentaati perintah firman Tuhan. Saat Anda mentaati perintah firman Tuhan, iman Anda akan ditambahkan oleh Tuhan. Saat iman Anda bertambah maka kesanggupan Anda mengampuni pun akan bertambah.
Seorang sahabat saya menceritakan bahwa ia kena diare dan tidak bisa tidur beberapa hari belakangan ini. Ia menceritakan bahwa hal itu disebabkan oleh orang yang dia sangat percayai untuk mengelola perusahaannya telah mengkhianatinya dan mengambil alih usahanya itu. Ia menjadi sangat sakit hati dan geram sekali.
Saya menasehati agar dia mengampuni jika ia mau mendapatkan ketenangan dan sembuh. Sahabat saya ini bertanya, “Bagaimana saya bisa mengampuni orang itu mendoakan di saat saya sedang marah dan benci dengan orang itu?”
Tuhan menasehati: “Jika kamu BERKATA kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”
Saya menasehati berdoalah demikian: “Tuhan ampunilah aku yang telah membenci dan marah kepada orang ini, sekarang ya Tuhan ampunilah dia dan berkatilah dia.”
Sahabat saya ini mentaati perintah firman Tuhan. Dia mengatakan kepada saya bahwa awalnya berat, namun setelah mendoakan orang itu berkali-kali hatinya mulai tenang dan ada damai sejahtera. Perasaan hatinya mengikuti kata-kata doanya. Saat dia mentaati nasehat firman Tuhan ini maka Tuhan memberinya kesanggupan mengampuni dan lukanya pun sembuh. Sakit diarenya sembuh dan tidurnya pun nyenyak plus urusan keuangannya beres. Tuhan telah mengubah hidupnya lewat kejadian ini.
2. Kerelaan hati untuk melayani dan berbuat baik kepada orang lain sampai tuntas (Lukas 17:7-8)
Anda akan memiliki kesanggupan untuk mengampuni, jika Anda belajar melayani dan berbuat baik kepada orang lain. Melayani dan berbuat baik kepada orang lain adalah vitamin bagi otot iman kita. Semakin sering hati Anda tergerak oleh belas kasihan terhadap orang-orang lemah maka semakin kuatlah otot iman Anda, semakin besarlah kesabaran Anda terhadap orang lain. Sabar berarti lambat menjadi marah.
Setiap kali Yesus melihat orang banyak tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Yesus selalu melayani dan berbuat baik dengan dorongan belas kasihan terhadap orang lain (Kisah 10:38). Hal inilah yang memudahkan Yesus untuk berdoa kepada Bapa dan mengampuni orang-orang yang telah berbuat jahat kepada-Nya. Di kayu salib Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)
3. Belajar membangun sikap rendah hati (Lukas 17:9-10)
Salah satu penyebab besar sulitnya mengampuni adalah kesombongan. Jika kita mau belajar membangun sikap rendah hati maka kita akan menjadi lebih mudah untuk mengampuni.
Orang yang tidak mau mengampuni biasanya berpikir, “Dia yang minum racun dan mengharapkan orang lain yang mati.” Mengampuni justru membebaskan diri kita sendiri dari ikatan yang menyesakkan hidup kita.
Kisah Abraham: Entering The Next Level PDF Print E-mail
Written by Pastor   
Saturday, 23 February 2013 15:07
Kisah Abraham: Entering The Next Level
Kisah Abraham menggambarkan seorang yang berjalan bersama Allah, oleh Iman dan ketaatannya, Abraham dikenal sebagai Sahabat Allah dan bapa segala bangsa. Awalnya, Abraham bukan orang yang sempurna, seorang yang tidak berani mengambil keputusan, seorang yang menghindar dari masalah dan mencari aman untuk dirinya sendiri.
Abraham menjadi ‘manusia Allah’ melalui proses pemisahan-pemisahan dalam hidupnya. Setiap kali Abraham mengalami pemisahan, saya mengerti bahwa ia mengalami rasa sakit dan terluka yang amat dalam. Tetapi justru melalui pemisahan-pemisahan itu, Allah membawa Abraham naik ke level yang lebih tinggi untuk mendapat “berkat yang lebih besar.
Apakah Anda pernah mengalami pemisahan? Dipisahkan oleh seseorang yang sangat Anda cintai? Dipisahkan dari sesuatu yang menjadi andalan dan harapan Anda selama ini? Apabila kita tetap mempercayai dan mentaati Tuhan, maka kita akan melihat pemisahan merupakan bagian dari proses yang dizinkan Tuhan supaya kita bisa memasuki level kehidupan yang lebih tinggi (entering the next level).
Berikut kita akan belajar prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan dari kisah Abraham ini:
Pertama, Abraham dipisahkan dari Terah, bapanya [Kisah 7:1-3]
Apabila kita melihat dari Kisah 7:1-3 sesungguhnya Allah hanya berbicara kepada Abraham untuk keluar dari negerinya menuju sebuah tanah perjanjian, tetapi nyatanya yang membawa Abraham keluar justru Terah, bapanya [Kejadian 11:31-32].
Abraham telah menyalahi perintah Tuhan. Allah berfirman kepada Abraham,”Engkau harus pergi sendiri.” Tetapi nyatanya Terah yang membawanya pergi keluar dari Ur-Kasdim, negerinya itu. Apakah akibatnya? Abraham hanya tinggal menetap di Haran, ia tidak pernah tiba di tanah perjanjian. Mengapa? Karena Terah, bapanya tidak berminat untuk bergerak maju dan melangkah menuju tanah perjanjian.
Abraham mendapat banyak harta kekayaan di Haran tetapi Allah tidak ingin Abraham berhenti sampai di sana. Allah menghendaki Abraham bergerak maju sampai tanah perjanjian. Di sanalah Abraham akan mendapatkan kepenuhan janji dan berkat Allah.
Terah berarti delay atau penundaan. Allah harus memisahkan Abraham dari Terah, karena selama ini Abraham sangat bergantung kepada Terah. Allah ingin Abraham dapat belajar bergantung hanya kepada Dia dan melihat Allah sebagai “Sumber Kehidupannya.”
Berapa banyak orang Kristen yang telah menerima perintah Tuhan dalam hidupnya dan tidak pernah berani bergerak dan melangkah maju? Apabila kita dipisah dari seseorang atau sesuatu yang selama ini menjadi andalan dan sumber dari hidup kita hal itu memang sangat sulit dan berat. Namun kabar baiknya adalah setiap kali proses pemisahan terjadi, Tuhan selalu mencurahkan berkat dan kemenangan apabila kita tidak menjadi kecewa dan mundur,
Kedua, Abraham harus dipisahkan dari Lot, keponakannya [Kejadian 13:1-11]
Perpisahan Abraham dengan Lot, oleh karena harta mereka terlalu banyak sehingga negeri itu tidak cukup lagi menampung kekayaan mereka. Abraham memberikan kesempatan Lot untuk memilih tanah baginya, Lot memilih tanah yang terbaik yaitu Sodom dan Gomora, sebuah lokasi bisnis yang nampaknya memiliki prospek cerah namun lingkungan penduduknya tidak bermoral dan jahat di mata Tuhan.
Abraham hanya mendapat sisa tanah yang kering dan tandus, tanah yang tidak cocok untuk bisnis peternakannya ini. Secara kasat mata nampaknya Abraham akan mengalami kebangkrutan, ternaknya akan sulit mendapat rumput dan air yang jernih…
Apakah Anda pernah mengalami hal sama? Anda berpisah dengan Lot? Anda harus keluar dari bisnis atau pekerjaan yang telah Anda bangun selama ini? Rekan bisnis atau keluarga Anda mengambil bagian yang terbaik lalu Anda hanya menerima sisanya saja? Apakah Anda tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau dipaksa untuk mundur? Apakah Anda sedang diperlakukan tidak adil?
Nama Lot artinya Veil atau selubung, sesuatu yang menghalangi atau menutupi pandangan sehingga gagal melihat kenyataan yang sebenarnya. Abraham harus dipisah dari Lot agar Abraham mampu melihat perkara-perkara rohani yang mulia dan berharga. Allah ingin mengajar Abraham bahwa perkara-perkara jasmani dan materi selalu ditopang oleh perkara-perkara rohani.
Sekalipun, Abraham mendapat tanah tandus, usahanya terancam gulung tikar, tetapi Allah berjanji bahwa Allah akan memberikan sebuah tanah air yang jauh lebih baik, tanah yang tandus itu akan diubahnya menjadi tanah yang penuh susu dan madunya. Tanah itu akan menjadi milik pusaka anak cucunya untuk selama-lamanya [Kejadian 13:14-16]
Proses pemisahan Abraham dari Lot menggambarkan sebuah peristiwa dimana tidak semua masalah yang kita hadapi, atau setiap perlakukan tidak adil yang menimpa hidup kita akan dapat menghancurkan hidup kita; pekerjaan, bisnis kita atau masa depan kita.
Saat Anda diperlakukan tidak adil, belajarlah lewat kisah Abraham. Tuhan memang izinkan proses pemisahan supaya kita tidak selalu menggunakan kekuatan sendiri melalui apa yang dapat dilihat mata atau didengar telinga yang nampaknya baik dan menguntungkan. Tuhan mau mengajar kita melihat dengan mata hati yang terang untuk melihat janji Allah dalam hidup ini.
Ketiga, Abraham dipisahkan dari Hagar dan Ismail [Kejadian 21:8-12]
Proses pemisahan Abraham dengan Hagar dan Ismail menyangkut proses harga diri dan perasaannya. Allah tidak menghendaki kita menggunakan cara-cara kita sendiri. Tuhan mau agar kita melibatkan Dia dalam setiap langkah kehidupan kita.
Ingat, setiap proses pemisahan selalu diikuti oleh berkat dan kemurahan Tuhan yang lebih besar sehingga kita sanggup menanggungnya dan keluar sebagai pemenang.
Dalam proses pemisahan ini, Allah pun berfirman kepada Abraham bahwa Allah menjamin keturunan Ismail akan menjadi suatu bangsa yang besar dan terbukti hingga hari ini, mereka termasuk orang-orang yang kaya karena Tuhan memberkati mereka dengan minyak bumi yang berlimpah.
Pesan melalui pemisahan Abraham dengan Hagar dan Ismail adalah apabila kita merelakan kekuatan diri kita dipotong bahkan diremukkan-Nya janganlah menjadi kecewa, justru dalam kelemahan itulah kuasa Allah menjadi sempurna dalam hidup kita. Allah menjamin bahwa Dia akan memelihara dan memberkati hidup kita.
Keempat, Abraham dipisahkan dari Ishak, anaknya [Kejadian 22:1-2]
Allah mengerti bahwa Abraham sangat mencintai Ishak, anaknya yang tunggal itu. Maka Allah berfirman kepada Abraham,”Ishak, anak yang engkau kasihi, yang hatimu mulai melekat kepadanya, sekarang persembahkanlah dia kepada-Ku.”
Saya yakin bahwa proses pemisahan Abraham dari Ishak adalah proses pemisahan yang terberat dalam hidupnya. Ishak adalah seorang anak yang sangat dinantikan dan dicintai. Ishak diharapkan akan meneruskan keturunan bagi Abraham kelak. Namun apa yang telah Tuhan berikan, Tuhan sendiri yang memerintahkannya untuk “menghilangkan” Ishak itu dari hidupnya.
Pernahkah Anda mengalami hal yang sama? Tuhan yang telah memberikan perasaan khusus lalu Tuhan sendiri memerintahkan untuk menghapus perasaan itu demi Dia, ini sesuatu yang paling berat karena menyangkut seorang pribadi yang telah melekat di hati kita…
Mengapa Tuhan seolah-olah tega melakukan hal itu kepada kita? Hal ini mengajar kita bagaimana rasanya jatuh cinta dan melekatkan hati kita kepada Tuhan. Tuhan ingin menjadi yang utama dan segalanya dalam hidup kita. Tidak boleh ada seseorang atau sesuatu yang lain kecuali Dia saja.
Apa yang bisa memikat hati kita agar semuanya itu dipersembahkan kepada-Nya supaya kita tidak menaruh pengharapan kepada sesuatu yang sementara tetapi hanya kepada Tuhan Yesus yang Kekal dan Setia.
Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau yang tidak kuatir dalam tahun kering dan yang tidak berhenti menghasilkan buahnya.” [Yeremia 17:7-8]
Arti Penting Sebuah Sikap Hati PDF Print E-mail
Written by Pastor   
Saturday, 23 February 2013 15:10
Arti Penting Sebuah Sikap Hati
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar akan besarnya pengaruh sikap hati dalam kehidupan ini.
Sikap lebih penting
daripada ilmu,
daripada uang,
daripada kesempatan, daripada kegagalan,
daripada keberhasilan, daripada apapun yang mungkin dikatakan atau dilakukan seseorang.
Sikap hati lebih penting daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah kita memiliki pilihan untuk mengambil keputusan sikap apa yang akan kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu.
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang.
Kita tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi.
Satu hal yang dapat kita ubah adalah sikap hati kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup itu adalah 10% dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita, dan 90% adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Sujud menyembah Tuhan Yesus di saat-saat sulit adalah sebuah cara untuk memiliki sikap hati yang mulia dan benar.
Ketika orang Israel memberontak karena menerima “kabar busuk” dari 10 orang pengintai, reaksi Musa adalah ia sujud menyembah Tuhan.
woman-on-knees-in-prayerKetika Miryam dan Harun mengata-ngatai Musa karena menikahi perempuan Kush, reaksi Musa adalah berdoa syafaat untuk mereka.
Ketika Korah, Datan dan Abiram beserta para pemimpin dan orang kenamaan menghasut orang Israel untuk memberontak, reaksi Musa adalah sujud menyembah kepada Tuhan.
Hasilnya adalah Musa selalu bersikap dengan benar dan Tuhan membela dalam setiap perkara itu.
Di saat kita sujud menyembah Tuhan Yesus, di sanalah kita akan mendapatkan pertolongan dan kekuatan untuk bersikap benar terhadap keadaan dan orang-orang di sekitar kita.
Di saat kita sujud menyembah maka kita mendapatkan hati dan pikiran-Nya Tuhan – sehingga kita bisa mendapatkan sudut pandang iman dalam melihat persoalan atau keadaan atau orang lain.
Tuhan memberkati!
Bolehkah Menghakimi Orang Lain? PDF Print E-mail
Written by Pastor   
Monday, 25 February 2013 15:28

Bolehkah Menghakimi Orang Lain?

Kathleen Norris, dalam The Cloister Walk, bercerita tentang pengalamannya bergereja.
Suatu ketika ia ditanyai seorang mahasiswa, mengapa ia terus pergi ke gereja dan bisa tahan menghadapi kemunafikan orang-orang kristiani. Ia merasa memperoleh ilham yang jitu, dan menjawab, ”Satu-satunya orang munafik yang perlu saya cemaskan pada hari Minggu pagi adalah diri saya sendiri.” Kathleen mengelakkan kecenderungan untuk mempersalahkan orang lain, dan memilih untuk berintrospeksi diri.
Sejak jatuh ke dalam dosa, manusia cenderung gampang melemparkan kesalahan kepada pihak lain. Ia cepat melihat dan menghakimi pelanggaran orang lain, tetapi lamur terhadap pelanggarannya sendiri. Ketika dirinya yang melakukan pelanggaran, ia segera sibuk menuding orang lain sebagai penyebab pelanggarannya itu.
Tuhan Yesus menghardik sikap munafik semacam itu.
Dia tidak mengajari kita untuk menutup mata terhadap pelanggaran, tetapi mengarahkan kita untuk memulai pemeriksaan dari tempat yang benar: memeriksa diri kita sendiri. Kita masing-masing memiliki “balok’”, kecenderungan untuk melakukan dosa dan pelanggaran.
Kita perlu terlebih dahulu merendahkan diri dan meminta pertolongan Tuhan untuk mengeluarkan balok tersebut. Pandangan kita pun akan menjadi jernih, sehingga nantinya kita bisa menuntun saudara yang lainuntuk mengeluarkan serpihan kayu dari matanya.
Hadapilah, oleh anugerah Tuhan dan ketaatan pada firman-Nya, dosa yang mencobai Anda.
Kemenangan atas dosa itu akan memampukan Anda untuk menolong orang lain mengatasi dosa yang serupa.
Janganlah menghakimi kesalahan orang lain, jka kita sendiri tidak pernah bersedia untuk menolong orang itu mengatasi kesalahannya.
Matius 7:1-2 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Bolehkah Meninggikan Diri Sendiri? PDF Print E-mail
Written by Pastor   
Monday, 25 February 2013 15:30
Bolehkah Meninggikan Diri Sendiri?
Meninggikan diri sendiri, angkuh, congkak atau sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.
Di tingkat pertama,
sombong disebabkan oleh faktor materi.
Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua,
sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan.
Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga,
sombong disebabkan oleh faktor kebaikan.
Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik….,
Semakin tinggi tingkat kesombongan,
Semakin sulit pula kita mendeteksinya.
Sombong karena materi sangat mudah terlihat,
namun sombong karena pengetahuan,
apalagi sombong karena kebaikan,
sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Cobalah setiap hari, kita memeriksa hati kita lewat doa dan masuk ke hadirat-Nya.
Karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan,
semua karena ANUGRAH TUHAN.

Kita ini manusia hanya seperti debu, yang suatu saat akan hilang dan lenyap.
Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang dalam.
“Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”" (1 Petrus 5:5).
Tuhan Yesus memberkati
Firman Tuhan Sesuai Topik Kebutuhan Anda PDF Print E-mail
Written by Pastor   
Tuesday, 26 February 2013 15:34
Firman Tuhan Sesuai Topik Kebutuhan Anda
Berikut adalah bacaan firman Tuhan sesuai topik kebutuhan Anda, dibaca, direnungkan, dan perkatakan dan didoakan. Semoga berguna dan menjadi jawaban bagi hidup Anda:
1. Saat berduka cita: Yoh 14
2. Saat dikecewakan: Maz 27
3. Hidup yg bermanfaat: Yoh 15
4. Saat bersalah: Maz 51
5. Saat kuatir: Matius 6:19-34
6. Perlindungan Tuhan: Maz 91
7. Rindu hadiratNya: Maz 139
8. Tambah Iman: Ibrani 11
9. Rasa sepi dan takut: Maz 23
10. Tambah Kasih: 1 Kor 13
11. Kelegaan batin: Mat11:25-30
12. Hidup Kristen: Roma 12
13. Kebingungan: Maz 37
14. Pengharapan: Roma 8
15. Pertolongan: Maz 121
Tuhan memberkati.