Minggu, 28 Juli 2013

Rahasia Mossad, Dinas Intelijen Pelindung Zionisme Israel

Mossad adalah dinas intelijen Israel yang dianggap momok bagi dunia Islam. Sepak terjang mereka di sejumlah negeri muslim membuat Mossad diakui sebagai salah satu dinas intelijen terbaik di dunia. Mossad artinya' lembaga yang bertanggung jawab untuk intelijen, misi penyamaran, dan kontra terorisme." (FX Sutopo,2008:127)

Aktivitas Mossad terbagi ke dalam 8 departemen, yaitu:

  1. Departemen Perencanan dan Koordinasi Operasional
  2. Departemen Pengumpulan. Ini adalah sebagian terbesar di Mossad. Departemen Pengumpulan bertugas mengatur spionase di luar negeri. Staf-staf di departemen ini bekerja dengan melakukan penyamaran, termasuk penyamaran diplomatik dan tidak resmi. Para opsir intelijen lapangan mereka disebut katsa, semacam agen di CIA. Sekitar 30 hingga 40 katsa beroperasi khususnya di Eropa dan Timur Tengah. 
  3. Departemen Aksi Politik. Departemen Aksi Politik bertanggungjawab untuk melakukan kerjasama dengan dinas-dinas intelijen luar negeri dan dengan negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
  4. Departemen Sumber Daya
  5. Departemen Keuangan, Logistik dan Keamanan
  6. Departemen Pelatihan
  7. Departemen Riset, Operasional Teknis, dan Teknologi. Departemen ini bertugas dalam bidang produksi intelijen dan pengembangan alat-alat untuk aktivis Mossad;
  8. Departemen Psikologi. Departemen ini bertugas mengatur propaganda dan aktivis-aktivis desepsi.

Selain itu ada pula Divisi Khusus atau Metsada yang biasanya melakukan pembunuhan, operasi-operasi paramiliter, sabotase, dan perang psikologis. Mosad mempunyai agen-agen di negara-negara yang penting di seluruh dunia, termasuk di negara-negara arab.

Agen-agen Mossad paling banyak berada di AS, tempat mereka memainkan peranan penting dalam mengarahkan kebijakan AS tentang Timur Tengah.

Aktivitas Mossad beragam, dari operasi tersembunyi seperti mengamati orang dan organisasi, memanipulasi jurnalis, politisi, dan organisasi, hingga menculik dan membunuh orang. Mossad juga sering dianggap sebagai salah satu organisasi intelijen yang paling efektif dan mengumpulkan informasi yang sangat baik di dunia.(FX Sutopo,2008:134)

Pada Maret 1990, agen-agen Mossad kembali beraksi. Kali ini korbannya adalah ilmuwan Kanada, Gerald Bull, yang merancang senjata super untuk Irak. Dia dibunuh di apartemennya di Brussel, Belgia. Pembunuhan ini berhasil menghentikan proyek pembuatan senjata tersebut. (FX Sutopo,2008:135)

Bagaimana sebenarnya Mossad merekrut anggota-anggotanya:
Harian Al-Hayat dan televisi Libanon, LBC, pernah mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina.

Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah mujahidin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen mengungkapkan cara perekrutan serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis zionisme.

Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid An-nas nomor 127 mengutif harian Al-Hayat yang diterbitkan di London dan juga ditayangkan oleh agen ini.

Menurut wawancara tersebut, para agen awalnya tertarik dengan iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura. Lembaga itu membutuhkan reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.

Mereka lalu mengirimkan biodata dan ijazah. Setelah dua pekan, datang balasan penerimaan di lembaga  tersebut yang ternyata dikendalikan oleh Mossad dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan zionisme Israel untuk merekrut orang Arab-Palestina dengan cara yang tidak terpikir oleh siapapun.

Mereka lalu diminta untuk menyiapkan laporan kemasyarakat strategis dengan imbalan uang yang cukup banyak. Pusat Studi Strategis palsu itu kemudian meminta tambahan laporan-laporan sensitif dan mereka memenuhinya dengan teratur.

Dengan memerhatikan permintaan-permintaan itu, mereka mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi, mereka tidak bisa mundur, karena sudah memberikan laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan nasional, tokoh-tokoh mujahidin, posisi tempat tinggal mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para mujahidin terbaik dari Hamas dan Jihad Islam.

Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap dan mereka diberi lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Disana, mereka disambut di sebuah hotel bintang lima. Mereka diberi seluruh sarana kenikmatan, tapi ternyata mereka direkam ketika berada dalam kondisi memalukan dengan seorang perempuan. Hal ini sebagai salah satu cara memperbudak dan mengendalikan mereka dikemudian hari.

Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka dilatih seluruh dasar kerja intelijen. Komunikasi mereka dilakukan lewat internet dan mengirim informasi lewat telepon seluler yang mereka dapatkan.

Dari sini, mereka mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin. Posisi sebagai reporter, misalnya, membuat mereka dapat bergabung dengan seluruh unsur mujahid.

Mereka bisa mendapatkan informasi yang sangat penting karena dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan mereka dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan mereka terhadap posisi gerakkan dan tempat tidur mereka, maka banyak pembunuhan dilakukan melalui pesawat, penangkapan malam hari, atau dengan menembak kendaraan. (FX Sutopo,2008:146)

PPATK: Ahmad Fathanah Bukan Penjahat Baru

Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Agus Santoso, menyatakan, beberapa tersangka korupsi yang saat ini ditangkap bukanlah pelaku kejahatan baru. Menurut dia, PPATK sudah melakukan tracking terhadap nama-nama tersebut sebelum kasus mereka dibongkar aparat penegak hukum.

Menurut dia, PPATK juga telah menyerahkan laporan hasil analisis atas nama-nama tersebut kepada penegak hukum sejak lama. "Tidak ada penjahat yang tiba-tiba muncul dan ditangkap, mereka sudah lama," kata Agus Santoso saat ditemui seusai acara diskusi di Warung Daun, Sabtu, 11 Mei 2013.

Ia menyatakan, PPATK sendiri memang tidak mengetahui secara pasti rupa pelaku, dan baru mendapat kepastian ketika penegak hukum sudah menangkap tangan atau menetapkan tersangka. Salah satunya adalah tersangka kasus suap dan tindak pidana pencucian uang kuota impor daging, Ahmad Fathanah, yang juga sudah masuk tracking PPATK sejak lama.

Pada saat ini, pelaporan untuk PPATK sendiri telah diperluas, yaitu berasal dari penyedia jasa keuangan dan penyedia barang jasa. Keduanya semakin menambah jangkauan PPATK untuk menerima atau menelusuri data mengenai transaksi-transaksi mencurigakan. "Nama-nama mereka sudah ada di database. Jadi, ketika KPK minta nama mereka, langsung datanya muncul." (http://www.tempo.co/read/news/2013/05/11/063479598/PPATK-Ahmad-Fathanah-Bukan-Penjahat-Baru)

Sang Jendral Dan Koin Kerajaan

Perhatikan cerita menarik ini. Apa yang Fitri ika cahyani diblognya slydut.wordpress.com, coba saya sajikan lagi disini.

Dahulu, ada seorang jenderal dari negeri Tiongkok kuno yang mendapat tugas untuk memimpin pasukan melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak. Mendengar kondisi musuh yang tak seimbang, seluruh prajuritnya gentar, kalau-kalau mereka akan menderita kekalahan.

Dalam perjalanan menuju medan perang, sang Jenderal berhenti di sebuah altar vihara. Ia melakukan sembahyang dan berdoa meminta petunjuk para dewa. Sedangkan rajuritnya menanti di luar vihara dengan harap-harap cemas.

Tak lama kemudian, sang jenderal keluar dari vihara. Ia berteriak pada seluruh pasukannya, ‘Kita telah mendapat petunjuk dari langit’. Lalu ia mengeluarkan koin emas simbol kerajaan dari sakunya. Sambil mengacungkan koin itu ke udara ia berkata, ‘Sekarang, kita lihat apa kata nasib.

Mari kita adakan toss. Bila kepala yang muncul maka kita akan menang. Tapi bila ekor yang muncul, kita akan kalah. Hidup kita tergantung pada koin ini ‘.

Jenderal lalu melempar koin emas itu ke udara. Koin emas pun berputar-putar di udara. Lalu jatuh berguling-guling ditanah. Seluruh pasukan mengamati apa yang muncul. Setelah agak lama menggelinding ke sana-kemari, koin itu terhenti. Dan yang muncul adalah KEPALA.

Kontan seluruh pasukan berteriak kesenangan. ‘Hore! Kita akan menang. Nasib berpihak pada kita! Ayo, serbu dan hancurkan musuh. Kemenangan sudahlah pasti.’ Dengan penuh semangat sang Jenderal dan pasukannya bergerak menuju medan perang.

Pertempuran berlangsung sangat sengit. Dengan bekal keyakinan dan tekad baja akhirnya musuh yang tak terhingga banyaknya dapat dikalahkan. Jenderal dan seluruh pasukannya betul-betul senang. Seorang prajurit berkata,’Sudah kehendak langit, maka tak ada yang bisa mengubah nasib’.

Sesampai di ibu kota mereka disambut meriah oleh seluruh penduduk. Raja pun terkagum-kagum mendengar kisah peperangan yang dahsyat itu. Beliau bertanya pada sang Jenderal, bagaimana ia mampu mengobarkan semangat pasukannya hingga begitu gagah berani.

Sang Jenderal kemudian menyerahkan koin emasnya pada Raja sambil berkata, ‘Paduka, inilah yang memberikan mereka nasib baik’. Raja menerima dan mengamati koin emas itu yang ternyata kedua sisinya bergambar KEPALA

Inilah Analisa Hukum LHI yang Membuat KPK Buntu

Inilah Analisa Hukum LHI yang Membuat KPK Buntu
1. Sebenarnya tak susah untuk tahu janggalnya kasus LHI yg diusut KPK.
2. Pertama KPK persangkakan LHI terima suap. Pasal 5, 11 dan 12 UU Tipikor.
3. Bukti yg digadang2kan KPK lewat bocoran ke media adalah ada rekaman sadapan.
4. Ternyata belakangan rekaman itu tidak ada seperti pengakuan KPK sendiri.
5. Pertemuan Medan yg disebut2 utk suap kuota impor. Ternyata juga pepesan kosong.
6. Disana bukan soal suap tapi adu data antara mentan dgn asosiasi importir.
7. Mentan bilang persediaan daging cukup dan kuota tak perlu naik. Asosiasi minta kuota naik.
8. Mentan menolak permintaan menaikkan kuota. Fakta data, kuota turun. Mentan benar.
9. Awalnya KPK menggambarkan lewat bocoran ke media, pertemuan Medan begitu hebat.
10. Bocoran itu menciptakan interprestasi seakan dihadiri LHI-Mentan dan Indoguna sekaligus.
11. Fakta yg terungkap ternyata beda. LHI-Mentan-Indoguna tak ketemu bersamaan dlm satu pertemuan.
12. Inilah kasus suap pertama yg membuat KPK buntu, padahal katanya tangkap tangan.
13. Penyebab buntunya karena LHI tak tangkap tangan. Uang AF tak pernah sampai ke LHI.
14. Ini yg kami sebutkan perbedaan penampilan KPK dlm kasus LHI dgn kasus suap lain.
15. Dalam kasus LHI yg tertangkap tangan AF, makelar yg diasumsikan suruhannya LHI.
16. Kami dr awal amat yakin KPK tak punya sadapan percakapan LHI-AF soal suap.
17. Walau KPK lewat media yg digalang johan budi, membuat kesan bahwa rekaman itu ada.
18. Mengapa kami dari awal tak yakin. Sebab jika memang ada rekaman itu, so KPK pasti tunggu uang suap mengalir dulu ke LHI.
19. Setelah itu baru tangkap tangan. Dan pembuktian gampang. Tidak perlu ruwet begini. Ada apa sebenarnya dibalik kasus LHI?
20. Faktanya tidak. AF terpaksa diciduk krn ada tanda2 uang itu memang bukan untuk LHI. Sekali lagi ada apa sebenarnya dibalik kasus LHI?
21. Kami sudah tweetskan banyak kasus suap yg ditangkap kpk lain.
22. Gimana KPK bisa tunggu uang sampai ke penyelenggara negara berhari2.
23. Kasus james gunarjo-tommy hindratmo, suap pegawai pajak dari bhakti investama, misalnya. Uang udah di kurir tiga hari.
24. KPK sabar menunggu sampai mengalir dari kurir ke tommy. Mengapa? KPK sangat yakin bakal mengalir ke tommy karena ada sadapan.
25. Sedangkan AF yg diasumsikan KPK sebagai kurir LHI, justru tidak ditunggu KPK sampai AF bawa uang ke LHI. Mengapa?
26. Mengapa? Karena KPK tak yakin uang bakal sampai ke LHI. Sebab tak ada sadapan sbg penuntun. Sumber kami di kpk jg membenarkan soal ini.
 27. Bingung buktikan LHI terima suap, KPK pake jurus kedua. Jurus klasik polisi dan jaksa. Ingat, KPK kan polisi dan jaksa juga hehehe...
28. Rusak karakter LHI dgn tsk pencucian uang. Bikin sebanyak2nya pasal tuduhan. Tokh masyarakat juga banyak tak ngerti.
29. Kami berdiskusi dgn banyak pakar dan penegak hukum senior. Gimana kok bisa LHI menjadi tsk pencucian uang?
30. Apa pidana pokoknya sehingga dituduh melakukan tindak pidana pencucian uang?
31. Pidana pokok yg mungkin, ya suap tadi. Lha bukti suap gak ketemu-ketemu, malah pindah sangkaan pencucian uang.
32. Lihat pasal cucian uang: menerima, bla2...uang yg diduga diketahui hasil tindak pidana.
33. Konstruksinya, LHI terima uang yg diduga diketahui LHI hasil tindak pidana.
34. Tindak pidana apa? Ya tindak pidana suap yg tak bisa dibuktikan tadi.
35. Lho gimana membuktikannya? Apa pakai sulap?
36. KPK bila ditanya soal ini ngeles nanti dibuktikan di pengadilan. http://Ngeles.com/ klasik hehehe. 
37. Kami menduga, penetapan tsk pencucian uang adalah strategi KPK ulur waktu kasus LHI. Istilah lainnya seperti digoreng-goreng lah.
38. Sambil meluncurkan duluan kasus arya-juard ke penuntutan dan terus ke pengadilan.
39. Sebab waktu dah mepet. Tsk ditahan dan ada batas waktu kewenangan penyidik menahan.
40. Jadi perkara juard-arya, pemberi uang ke AF, diadili dulu di pengadilan tipikor.
41. Goreng2an kasus LHI ala KPK di penyidikan ini akan dijadikan alat tekan berupa opini kepada hakim yg periksa kasus arya-juard.
42. Agar perkara juard-arya yg diperiksa hakim di pengadilan terpaksa dinyatakan terbukti.
43. KPK menurut kami tak peduli lamanya arya-juard dihukum, sebulan kek, yg penting terbukti.
 44. Bila arya-juard, terbukti maka LHI otomatis di pengadilan nantinya terpaksa terbukti juga.
45. Utk bisa memahami tuits kami ini soal strategi KPK. Liatlah kasus anggodo.
46. Buang dulu prasangka ke anggodo seperti gambaran pers. Anggodo dituduh menyuap. Kita bicara hukum aja.
47. Mari kita merenung. Siapa yg disuap anggodo sebenarnya? Bibit-Chandra atau Ari Muladi.
48. Bibit-Chandra tidak. Faktanya. Keduanya tak diadili kok. Ari Muladi. Siapa Ari?
 49. Pejabat negara? Bukan. Swasta. Persis seperti AF, bukan pejabat negara.
50. Tapi tekanan opini yg digalang johan budi membuat anggodo jadi musuh bersama.
51. Ada tak ada yg disuapnya, pokoknya harus terbukti suap, karena duit kakaknya dah keluar.
52. Oh ya, sekedar mengingatkan, duit suap itu milik anggoro, kakak anggodo.
53. Faktanya hakim menyatakan anggodo terbukti menyuap. Siapa yg disuapnya? Hantu?
54. Balik ke kasus LHI. Perkara Arya-Juard akan juga dipaksakan terbukti. Kalo tidak gawat.
55. Kami diskusi dgn para penegak hukum senior. Mereka punya kesimpulan sama.
56. Banyak yg aneh dlm kasus LHI. Mereka juga bilang LHI dan kasus sprindik AU adalah pertaruhan besar KPK.
57. Bila LHI tak terbukti nantinya di pengadilan, sprindik terbukti disebar pimpinan KPK yg dah disumpah jaga rahasia, KPK bisa bubar.
58. Sebab, kata mereka, bila KPK terbukti mengkriminalisasi LHI dan ada motif politik dibalik sprindik, akan muncul arus balik besar ke KPK.
59. Ini sebabnya KPK akan mati2an membuktikan Arya-Juard. Main kotor bila perlu.
60. Sekian tweets ini, sambil kita tunggu perkara arya-juard. Moga2 cepat masuk pengadilan.
61. Agar kita tahu dan menguji dugaan kita dgn lihat kasusnya di pengadilan yg sudah terbuka.

(http://www.islamedia.web.id/2013/03/analisa-hukum-lhi-inilah-kasus-suap.html, judul = Analisa Hukum LHI: Inilah kasus suap pertama yang membuat KPK buntu!, sumber islamedia *https://twitter.com/dangtuangku )

Ibas Katakan Insiden Penghadangan di Bandara Babullah, Ternate, Malut Diduga Konspirasi

Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum bersama Sekjen-nya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) nyaris menjadi sasaran amuk massa di Bandara Babullah, Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis, (24/5).

Anas dan Ibas disertai sejumlah pengurus DPP yang tiba dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, dihadang massa pendukung Ketua DPD PD Malut (juga Gubernur Malut, Thaib Armaiyn, Red) di terminal Bandara 'Babullah'.

Sejumlah orang memukul dua pengurus DPP PD, sedangkan Anas dan Ibas lolos dari aksi anarkis massa tersebut karena berlindung di belakang Thaib Armayn.

Sebelumnya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas juga mengatakan, DPP PD akan melakukan investigasi terhadap aksi penghadangan yang dilakukan oleh massa di Bandara Sultan Babullah, Ternate.

"Bila terbukti mengarah pada satu konspirasi, tentu DPP Demokrat akan menegakkan disiplin organisasi sesuai dengan ketentuan partai," kata Ibas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (24/5) kemarin. (http://politik.tvonenews.tv/berita/view/56866/2012/05/25/pd_anas_ibas_baikbaik_saja_pascainsiden_ternate.tvOne, judul=PD: Anas & Ibas Baik-Baik Saja Pascainsiden Ternate)

Rahasia CIA, Dinas Rahasia Terpopuler Di Dunia

Kegiatan inteligen adalah sebuah kegiatan yang tertua di dunia karena pasti setiap bangsa memiliki kekuatan intelijennya untuk melindungi pemerintahannya, ekonomi, dan warga negaranya. Kegiatan mata-mata sudah ada sejak Tuhan memerintahkan Nabi Musa untuk mengirim orang memata-matai tanah Kanaan. (FX Sutopo,2008:9)

Dalam lingkup negara, AS adalah negara dengan kegiatan intelijen paling luas dan paling banyak melakukan kegiatan mata-mata di seluruh dunia dan di dalam negeri sendiri. Kegiatan spionase tidak hanya sebatas aktivis ang berkaitan dengan kekuatan militer, tapi juga melebar ke kegiatan lain, terutama ekonomi dan perdagangan. Sumber daya jasa intelijen yang digunakan berkaitan dengan kegiatan ekonomi dilaporkan telah meningkat cukup tajam.
(FX Sutopo,2008:11)

Untuk diterima di CIA, seseorang harus menjalani tiga tahun masa percobaan. Mereka yang beruntung akan diterima di kelompok yang disebut Career Trainees, grup elite yang sebagian besar kelompoknya  dipersiapkan untuk Direktorat Rahasia. Kelompok Career Trainees atau CT dilatih di sebuah "perkebunan" seluar 10.000 are, terletak di sisi Camp Peary, dekat Williamsburg, Virginia. 

Di situlah mereka belajar, antara lain membuka dan menutup kembali surat-surat tanpa menginggalkan bekas, membuka dan mengunci kembali segala jenis kunci dan gembok.

Meski John Stockwell dan beberapa pimpinan CIA yang lain sudah pernah menulis tentang perkebunan itu dengan detail, Littlejhon menolak mengakui keberadaannya."Perkebunan apa?"katanya. 

Perkebunan itu dalam buku Angkatan Laut di sebutkan sebagai tempat "Pusat Percobaan Angkatan Bersenjata."

Agen-agen CIA yang bekerja di bawah penyamaran berat, biasanya ditempatkan di bawah kontrak. Kondisi ini memungkinkan dinas rahasia itu melakukan "bantahan yang masuk akal", bila sebuah operasi mengalami kegagalan tokoh yang terlibat segera dinyatakan bukan orang CIA.

Di lain pihak, cara ini juga memungkinkan CA menekan angka anggaran belanja untuk para staf karena tenaga kontrak tidak dimasukkan ke dalam anggaran rutin. Sebagian besar kontra jenis ini diperuntukkan jangka waktu atau penugasan tertentu.

Mereka yang jelas-jelas tampak bekerja di kantor CIA memang diizinkan menyatakan diri sebagai karyawan CIA.

Seorang atasan yang dirahasiakan memberikan pekerjaan-pekerjaan rahasia kepada mereka, ini tetap rahasia.

Teorinya, seornag agen rahasia tak diizinkan memberitahukan tugas-tugas rahasianya kepada keluarganya.

Dalam lingkungan agen rahasia, perceraian dan alkoholisme tercatat lebih tinggi daripada angka rata-rata nasional. Itu disebabkan oleh kehidupan mereka yang selalu dalam suasana ketegangan. Mempunyai pekerjaan yang sebenarnya palsu sering kali menolong para agen rahasia dalam jangka panjang. Demikian kerahasiaan, tak jarang CIA sendiri mengorbankan agennya yang telah bertugas bertahun-tahun.

Ada banyak risiko dalam pekerjaan ini. Sementara itu saat iklan-iklan CIA mencari anggota, tak menyebut secara jelas resiko pekerjaan ini. Dalam iklan hanya disebutkan pekerjaan yang "sedikit lebih berbahaya daripada polisi dan anggota kebakaran di sebuah kota besar."

Mungkin, itu cara untuk lebih banyak mendapatkan calon. Sebab, di tahun 1970-an, sulit sekali mencari pengganti para agen rahasia pensiun. (FX Sutopo,2008:29-31)

Pada akhir 1940-an, CIA mulai merekrut organisasi-organisasi pers di AS untuk menjadi mata-mata dan pengacau propaganda. Upaya ini dipimpin oleh Frank Wisner, Allan Dulles, Richard Helms, dan Philip Graham. Graham adalah penerbit The Washington Post, yang kemudian menjadi pemain utama CIA. 

Aset-aset media bagi CIA antara lain ABC, NBC, CBS, Time, Newsweek, dll. Setidaknya ada 25 organisasi dan 400 jurnalis yang menjadi aset CIA.

Operasi Mockingbird juga merupakan rencana CIA untuk memasuki sekolah. Operasi ini sangat sukses sehingga Direktur  CIA, William Colby, dengan sesumbar mengatakn bahwa,"Orang-orang media massa utama adalah milik CIA." (FX Sutopo,2008:39)

Pada pemilu Italia,  CIA mengcaukan pemilu demokrasi di Italia, karena kaum komunis Italia sepertinya akan memenangi pemilu. CIA membeli suara, menyiarkan propaganda, dan mengancam para pemimpin opisisi, dan menginfiltrasi organisasi-organisasi mereka. Hasilnya komunis kalah.

Hukum di Indonesia dikalahkan oleh partai besar

Pengamat politik dan ilmu pemerintahan dari Universitas Tanjungpura Dr Zulkarnaen melihat hukum di Indonesia dikalahkan oleh partai besar. “KPK tegas dalam menegakkan hukum, patut diapresiasi. Tetapi saya melihat ketegasannya masih dikalahkan oleh partai besar di negeri ini. Kasus Presiden PKS ini jauh berbeda dengan Andi Malarangeng, Anas Urbaningrum, dan Dendy Prasetya yang diduga terlibat korupsi Alquran,” kata Zulkarnaen kepada Rakyat Kalbar ketika dihubungi via selular, Jumat (1/2).

Ia khawatir kejadian ini sebuah konsep untuk meluluhlantakkan partai dengan aliran tertentu. Apalagi PKS selama ini dianggap sebagai partai paling bersih. “Partai nasionalis KPK tidak segarang itu,” ujarnya.

Zulkarnaen menambahkan, sekarang ini kalau dilihat dari fakta-fakta sebelumnya, hampir tidak ada partai yang bebas dari korupsi. Apakah korupsi itu untuk partai atau pribadi.

“Partai kita saat ini dalam kondisi sakit. Karena itu parpol harusnya punya penyuplai dana dari sumber yang halal. Apakah itu dari sumbangan yang dibenarkan atau lainnya,” sarannya.

Ia memastikan, ditetapkannya Presiden PKS sebagai tersangka oleh komisi yang dipimpin Abraham Samad akan sangat berpengaruh pada elektabilitas PKS di Pemilu 2014 mendatang. Akan muncul di benak publik bahwa PKS juga sama dengan partai lainnya yang bermasalah. “Suara PKS akan melorot dari pemilu sebelumnya,” tutur Zulkarnaen.

Karena itu, jika PKS ingin tetap mempertahankan citra baiknya harus solid di internal partainya. Segera mengambil langkah-langkah yang bisa menyelamatkan organisasinya.
Zulkarnaen menilai sejauh ini PKS cukup sportif menanggapi masalah yang tengah merundung pemimpinnya. Jika ada beberapa elite PKS menyebut kasus ini fitnah dan konspirasi, itu hanya bagian dari kekagetan. Pasalnya selama ini PKS dikenal partai bersih.

“Terlepas pada benar atau tidak nanti LHI tersangkut kasus ini, dan persepsi publik terhadap citra PKS akan memperburuk. Sanksi sosial dan hukuman publik relatif lebih berat terhadap PKS,” ujarnya. (http://www.aripimawan.com/hukum/94-kpk-kok-tebang-pilih.html, judul =KPK KOK TEBANG PILIH ? )