Jumat, 30 Agustus 2013

Hadirat Allah dan Penyembahan PDF Print E-mail
Written by Pastor   
Monday, 04 March 2013 16:27
Hadirat Allah dan Penyembahan
Mazmur 20:7
“Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi- Nya dan menjawabnya dari sorga- Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang- gemilang oleh tangan kanan- Nya.”
Urapan membawa kita hidup berkemenangan.
Urapan membuat doa kita penuh kuasa.
Kita semuanya membutuhkan urapan Roh Kudus.
Untuk mengerti tentang urapan kita perlu melihat

Kuasa 1:8
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi- Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Kita akan menerima kuasa (urapan), jika Roh Kudus turun ke atas kita. Saat kita dipenuhi Roh Kudus, kita berada dalam hadirat-Nya.
Di dalam hadirat-Nya ada kuasa (urapan).
Di dalam hadirat-Nya ada terang, terang itu mengusir kegelapan. Ketika terang datang kegelapan lenyap dan iblis pun lari dari hidup kita. Mengapa? Iblis hanya bisa bekerja dalam kegelapan.
Para murid mendapat urapan untuk menjadi saksi Kristus, ketika mereka semuanya dipenuhi Roh Kudus. Para murid dipenuhi Roh Kudus oleh karena mereka menyembah (Kisah 1:14; Matius 28:16-17).
Penyembahan adalah satu-satunya cara untuk masuk ke dalam hadirat Allah. Di dalam hadirat-Nya di situ ada kuasa Allah (urapan-Nya).

Mazmur 100:4
“Masuklah melalui pintu gerbang- Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran- Nya dengan puji- pujian, bersyukurlah kepada- Nya dan pujilah nama- Nya!”
Firman Tuhan di atas menjelaskan kepada kita bahwa penyembahan itu dimulai dengan hati yang bersyukur karena kebaikan Tuhan dan pujian karena kebesaran Tuhan.
Saat kita bersyukur pintu gerbang hadirat Tuhan terbuka, saat kita memuji di pelataran-Nya maka kita dibawa masuk ke dalam ruang kudus dan ruang maha kudus untuk berjumpa Tuhan secara pribadi dalam hadirat-Nya.
Kita bersyukur dan memuji dengan mulut, suara kita didengarkan Tuhan. Kita bersyukur dan memuji karena pilihan dan keputusan kita. Ketika kita bersyukur dan memuji Tuhan, Roh Kudus memberikan kita pewahyuan akan kekudusan Tuhan, maka kita bisa menyembah.
Penyembahan adalah hasil dari pewahyuan. Penyembahan berasal dan keluar dari hati kita yang paling dalam. Penyembahan bersifat individual dan pribadi. Saat kita menyembah kita berada di dalam hadirat-Nya, kita mendengarkan suara-Nya.
Oleh sebab itu jika kita mau menyembah Tuhan maka kita harus menjaga hati kita.
Amsal 4:23
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar